Saat terjadi inflasi tinggi di seluruh dunia, beberapa bisnis mungkin lebih menjanjikan daripada yang lain. Berikut adalah beberapa contoh bisnis yang dapat menguntungkan pada saat inflasi tinggi:
Bisnis Properti:
Saat inflasi tinggi, nilai aset fisik seperti properti mungkin meningkat, dan bisnis properti dapat menjadi lebih menjanjikan. Karena nilai tanah dan bangunan cenderung meningkat selama inflasi, bisnis properti dapat memperoleh keuntungan dari penjualan atau sewa properti.
Bisnis Pertanian:
Bisnis pertanian dapat menjadi menjanjikan selama inflasi tinggi karena harga bahan pangan dan komoditas pertanian seperti jagung, kedelai, dan gandum mungkin meningkat. Bisnis pertanian yang berkaitan dengan produksi bahan pangan dapat menjadi bisnis yang stabil dan menguntungkan selama periode inflasi.
Bisnis Logistik dan Transportasi:
Bisnis yang berkaitan dengan logistik dan transportasi mungkin menguntungkan selama inflasi tinggi karena harga bahan bakar, suku cadang, dan biaya operasional lainnya dapat meningkat. Bisnis yang dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi dalam logistik dan transportasi dapat menjadi bisnis yang lebih menjanjikan selama inflasi.
Bisnis Penyimpanan Barang Berharga:
Bisnis penyimpanan barang berharga seperti emas, perak, dan logam mulia lainnya, mungkin menjadi lebih menjanjikan selama inflasi tinggi. Karena nilai mata uang cenderung menurun selama inflasi, orang mungkin mencari investasi alternatif yang lebih stabil, seperti logam mulia.
Bisnis Online:
Bisnis online dapat menjadi lebih menjanjikan selama inflasi tinggi karena biaya operasional yang lebih rendah dan potensi pasar yang lebih besar. Bisnis online yang berkaitan dengan e-commerce, jasa pengiriman, atau teknologi dapat menjadi lebih menjanjikan selama inflasi.
Namun, perlu diingat bahwa keuntungan dalam bisnis selalu tergantung pada situasi pasar yang terus berubah. Sebelum memulai bisnis selama periode inflasi, pastikan untuk melakukan penelitian pasar dan merencanakan strategi bisnis yang tepat.