Perdagangan karbon adalah sebuah sistem di mana negara-negara atau organisasi membeli atau menjual hak untuk menghasilkan emisi karbon. Ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memberikan insentif keuangan bagi organisasi yang dapat menurunkan emisi mereka, sementara juga memberikan biaya tambahan bagi organisasi yang terus memproduksi emisi karbon yang tinggi.
Proses perdagangan karbon melibatkan beberapa tahap:
- Penetapan target emisi: Pemerintah menetapkan target emisi karbon nasional yang harus dicapai dan membaginya menjadi kuota emisi yang dapat diperdagangkan.
- Penentuan kuota: Setelah penetapan target emisi, pemerintah menentukan kuota emisi untuk organisasi dan industri tertentu. Kuota emisi ini kemudian dibagi menjadi kredit karbon yang dapat diperdagangkan.
- Penerbitan kredit karbon: Organisasi yang mampu mengurangi emisi karbon mereka di bawah kuota yang ditetapkan dapat memperoleh kredit karbon. Kredit ini dapat diperdagangkan dengan organisasi lain yang tidak dapat memenuhi kuota mereka sendiri.
- Perdagangan kredit karbon: Organisasi dapat memperdagangkan kredit karbon dengan organisasi lain yang membutuhkan kredit karbon tambahan untuk mencapai kuota emisi mereka.
- Pelaporan dan verifikasi: Organisasi yang memperdagangkan kredit karbon harus melaporkan emisi karbon mereka secara teratur dan verifikasi oleh pihak ketiga untuk memastikan akurasi dan keandalan data mereka.
Tujuan dari perdagangan karbon adalah untuk memberikan insentif bagi organisasi untuk mengurangi emisi karbon mereka, dan mendorong inovasi dan investasi dalam teknologi rendah karbon dan pengurangan emisi. Dengan sistem perdagangan karbon yang efektif, diharapkan dapat membantu mengurangi emisi karbon secara global dan memerangi perubahan iklim.